Archive | Desember 2012

PEMBANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS FAJAR

Sejak Universitas Fajar di resmikan pada tahun 2008 berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan nomor: 132/d/0/2008 oleh Yayasan Pendidikan Fajar Ujung Pandang (salah satu unit dari kelompok Fajar Grup (HARIAN FAJAR-JAWA POS). Yayasan akhirnya berkonsentrasi untuk membangun bangunan baru guna menambah fasilitias aset untuk memenuhi kuota mahasiswa di tahun mendatang.

Lokasi Gedung baru

Gedung baru yang sementara dibangun berlokasi di depan gedung lama yakni di Jl.Prof.Abdurrachman Basalamah no.19 Makassar. Gedung baru ini memiliki 9 lantai.

Peletakan batu pertama

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2012 oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan dibangunnya gedung baru UNIFA ini, kiranya menambah minat para mahasiswa dalam melihat UNIFA sebagai salah satu universitas swasta yang diperhitungkan.

Bentuk rancangan gedung baru UNIFA

fajar

Iklan

TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya 
Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya 
Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :
  1. Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995) 
  2. Teknologi Informasi  adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996) 
  3. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999) 
  4. Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000) 
  5. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi
Teknologi Informasiadalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat

TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam
teknologi komunikasi adalah :
1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
3. Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
4. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.
PERBEDAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat

I want to try

Perjalanan hidup menggapai sukses tak semudah membalik telapak tangan, jika semua itu mudah mungkin tak ada usaha yang akan dilakukan, kesulitan selalu menerpa sebagai ujian dan cobaan mengukur kemampuan yang kita miliki. sejatinya, butuh kesabaran dan usaha plus pemikiran dewasa dalam pengambilan keputusan. itu merupakan proses menuju kesuksesan.
Planning atau perencanaan adalah mediator penataan struktur kesuksesan, dengan membuat planning segala sesuatu tertata dengan baik sebaik kita menata ruangan, menata buku dilemari dan itu sebagai contoh penataan diri kita. sukses itu bukan berarti telah meraih atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau yang lama di impikan. banyak orang mendeefenisikan tentang pengertian sukses, dan itu melihat dari berbagai perspektif disiplin ilmu.

Sukses itu bagaimana seorang berproses memperoleh harapan yang ingin di raih, bukan sukses dalam menggapai impian dan hanya melihat hasil akhir dari usaha.

by : Maharani. A

Alkisah tidore

Kabartop.com – Sebagai seorang remaja tanggung dengan energi yang meletup-letup, Dede, warga Nabire, gemar bermain bola. Namun, suatu hari, kejadian nahas menimpanya. Ia terjatuh saat mengolah si kulit bundar. Tulang kering kaki kanannya patah.

Lebih nahas lagi, punggung, tangan, dan kaki kirinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Ia pun dinyatakan lumpuh permanen oleh dokter dah harus menerima kenyataan bahwa dirinya hanya bisa berbaring di tempat tidur sepanjang sisa usianya.

Setahun kemudian, kakaknya yang menikah dengan orang Ternate memberikan informasi bahwa ada seorang tabib patah tulang di Tidore yang mungkin bisa membantu. Berbekal semangat hidup dan ongkos kapal laut, orang tua Dede membawanya menyeberang ke Tidore.

Sang tabib menerima Dede, dan meminta agar orang tua Dede menginap saja di rumah perawatan itu karena tabib itu tidak punya pembantu.

Ajaib. Dalam dua minggu perawatan (dengan diurut saja), Dede sudah bisa berjalan. “Saya dipaksa jalan. Waktu diurut sakitnya luar biasa,” ujarnya, dengan wajah meringis tetapi menyiratkan api semangat.

Nama tabib itu adalah Ibrahim Jafar, tetapi seantero Maluku mengenalnya dengan Ko (abang) Baim. Pertama kali mendengar soal Ko Baim, yang pertama terbayang dalam benak saya adalah sosok orang tua berikat kepala, dengan busana hitam-hitam, dan serangkaian sosok yang biasa muncul dalam sinetron-sinetron kita saat menggambarkan seorang “dukun”.

Nyatanya tidak. Saat saya temui di rumahnya sekaligus tempat praktiknya di Jl Sultan Mansyur, Kelurahan Indonesiana, daerah dengan latar belakang perbukitan hijau, sekitar 100 meter dari kantor wali kota, pria berbadan gemuk ini hanya mengenakan kaus oblong berwarna cokelat muda dan celana pendek longgar.

Wajah dan senyumnya sekilas mengingatkan saya pada wajah A. M. Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara. Ada rona letih pada matanya. “Nanti sore akan datang pasien lagi,” katanya. Saya tidak tahu apakah dia bergembira atau berkeluh saat mengatakan itu.

Pasalnya, Ko Baim tidak pernah (dan tidak mau) menarik biaya dari setiap pasiennya. Benar-benar gratis. Selama turun-temurun, praktik keluarga Ko Baim memang dikenal bebas biaya. “Tujuan saya cuma mau membantu orang, itu saja. Kalau mengharap balasan, pekerjaan ini malah jadi berat,” ujarnya sambil tersenyum.

Ko Baim adalah generasi keempat dalam keluarganya yang secara turun-temurun mewarisi kemampuan menyembuhkan patah tulang. Sebelumnya, ia dan keluarganya tinggal dan berpraktik di Kelurahan Gurabati, yang hingga saat ini pun dikenal sebagai kampung para tabib patah tulang. Namun, sudah lebih dari setahun Ko Baim pindah ke lokasi sekarang.

Di rumahnya yang cukup besar, dengan tiga kamar perawatan di bagian belakang, saya menemui beberapa pasien lainnya. Bambang, 44 tahun, yang terbang dari tanah Jawa, Surabaya, terjatuh dari motor dan tulang bagian selangkangan kanannya patah dan terputar. Selama tiga bulan ia tidak bisa jalan, dokter pun menyerah. Di tangan Ko Baim, cukup dua minggu perawatan dan dia pun kini sudah bisa berjalan.

Mistisisme Tidore rupanya juga menitis ke tangan Ko Baim. “Saya hanya mengurut, disertai doa-doa, minyak kelapa, air liur, dan ramuan khusus khas Tidore. Tanamannya bisa ditemui di pinggir-pinggir jalan di Tidore ini, kok,” kata Ko Baim, menolak memerinci nama tumbuhan dimaksud.

Ko Baim yang sudah mulai mengobati orang sejak usianya 12 tahun mengatakan, Tidore yang tanahnya subur kaya sekali akan tumbuh-tumbuhan obat. Sampai sekarang, masih banyak warga yang lari ke gunung atau ke kebun untuk memetik daun-daunan obat jika ada keluarga atau kerabat yang sakit.

Menurut pria beranak empat ini, kemampuannya adalah titipan, jadi harus dijaga. “Yang penting jangan takabur, jaga bicara,” katanya dengan tutur-kata yang lembut. Ia mengatakan bahwa dirinya malu jika selalu disebut-sebut orang.

“Kamar perawatan di belakang rumah ini, itu bantuan dari Wali Kota. Saya tidak pernah meminta kepada beliau, walaupun saya memang butuh kamar tambahan karena pasien semakin banyak. Malu sekali menerimanya,” ungkapnya.

Untuk menghidupi keluarganya, sekaligus memenuhi kebutuhan pasien-pasiennya, Ko Baim mengaku bekerja apa saja, serabutan. Mulai dari berkebun sampai jadi buruh bangunan.” Meski demikian, Ko Baim mengakui kadang ia merasa letih juga. “Saya kurang tidur. Kadang-kadang pasien datang tengah malam, waktu subuh. Tidak kenal waktu,” katanya. Akan tetapi, ia tidak bisa menolak karena tidak tega.

Proses perawatan pasien Ko Baim dilakukan dengan cara diurut secara rutin pada pagi dan sore hari. Siapa pun boleh melihatnya, asalkan kuat dan tega mendengar jeritan dan melihat wajah meringis pasien. Ko Baim melakukannya di mana saja, bisa di kamar, bisa di ruang tamu, yang penting beralas tikar dan bantal.

Suatu ketika, pernah ia mendapatkan pasien dengan kasus sangat berat, dan sangat mengerikan sehingga engganlah saya menceritakannya di sini. Menghadapi pasien itu, Ko Baim pun salat Tahajud untuk meminta petunjuk. Akhirnya, ia pun menemukan jalan dan si pasien bisa sembuh total dalam 4-5 bulan perawatan. Ko Baim yakin betul bahwa Tuhan sudah menyediakan obat bagi segala penyakit. (nationalgeographic.co.id)