Archive | Januari 2013

perluasan bisnis

Strategi Perluasan Bisnis

ImageKetika suatu bisnis itu berkembang pesat, terkadang ada keinginan dari pemilik atau manajer untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Setelah dipertimbangkan dengan matang kira-kira bisnis apa yang tepat untuk dipilih, akhirnya sampailah pada suatu pilihan bisnis tertentu, namun terkadang pilihannya ternyata jenisnya berbeda dengan bisnis utama. Sekedar contoh sederhana untuk UKM non-industri misalnya bisnis utamanya adalah perdagangan atau jasa IT seperti komputer, handphone dan gadget kemudian ingin mengembangkan bisnisnya ke cafe atau restoran. Meskipun jenisnya berbeda dari bisnis utama, pilihan tersebut tidak selamanya keliru jika didukung dengan data-data autentik (tidak asal ikut-ikutan trend) dan juga didukung oleh naluri bisnis sang pemilik atau manajer sehingga dugaan adanya peluang bisnis tersebut semakin kuat dan tidak keliru. Namun yang perlu dicermati secara hati-hati adalah ketika menentukan suatu nama (bisa nama produk, atau nama toko atau usaha) untuk bisnis baru tersebut, kira-kira nama apa yang tepat untuk gunakan. Apakah menggunakan nama baru atau tetap menggunakan nama lama seperti nama bisnis utamanya.

Ada cara yang efisien untuk diterapkan yaitu dengan menggunakan strategi perluasan merek (brand extension strategy) yaitu merupakan strategi mengembangkan produk baru dengan menggunakan nama dari merek utama (Cravens dan Piercy, 2003). Keuntungan dari strategi ini adalah bahwa pemilik bisnis atau manajer tidak susah-susah mempromosikan usaha barunya kalau bisnis utamanya sudah terkenal sehingga bisnis barunya bisa mendompleng kepopuleran dari bisnis utamanya. Dalam teori, memang strategi ini kebanyakan diterapkan di bidang industri yang menghasilkan suatu produk misalnya Nike yang bisnis utamanya adalah sportwear melakukan perluasan bisnis dengan produk parfum atau jam tangan. Namun bukan tidak mungkin strategi ini diterapkan di bidang perdagangan atau jasa. Nama suatu toko atau usaha jika terkenal dapat juga dikategorikan sebagai merek yang kuat yang bisa dikomersialkan dan dapat dimanfaatkan kepupulerannya ketika melakukan perluasan bisnis dengan menggunakan strategi ini.

Namun hal ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Mengapa? karena karakter bisnis antara bisnis utama dengan bisnis barunya berbeda sehingga dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap bisnis utamanya. Kekhawatiran ini bukanlah mengada-ngada karena telah dibuktikan dalam suatu penelitian seperti yang dilakukan oleh Martinez dan Chernatony (2004) yang melakukan penelitian tentang strategi ini di Inggris terhadap bisnis sportwear khususnya untuk merek Nike dan Puma yang melakukan perluasan merek dengan produk baru berupa kamera. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa efek negatif dari strategi yaitu bisa mengkikis (dilusi) merek utamanya jika ternyata merek barunya gagal di pasaran. Dilusi ini akan semakin kuat jika terjadi pada produsen yang bukan market leader. Saran efektif untuk mengatasi hal ini adalah melakukan promosi (iklan) yang universal untuk mereduksi dilusi tersebut yaitu promosi yang tidak menekankan pada satu produk tertentu, namun promosi yang menekankan pada merek perusahaan.

  • 1. CAKUPAN : Fokus pada bagaimana perusahaan akan memanfaatkan dana tersebut (investasi bisnis) Keputusan berinvestasi jangka pendek ketika sedang mempertimbangkan berinvestasi pada piutang dan persediaan. Keputusan berinvestasi jangka panjang ketika sedang mempertimbangkan berinvestasi pada aktiva-aktiva jangka panjang Misal rencana perluasan jangkauan usaha harus mempertimbangkan : Jenis investasi yang sebaiknya dipertimbangkan ? Kegiatan apa yang harus dilakukan dalam mengambil keputusan investasi ? Bagaimana cara melakukan analisis kelayakan investasinya ? Bagaimana sebaiknya mengambil keputusan pada investasi aktiva aktiva jangka pendek ?
  • 2. PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI PADA NILAI PERUSAHAAN Keputusan Investasi Perusahaan Pendapatan yang diterima dari investasi pada operasi bisnisnya Beban yang timbul akibat investasi pada operasi bisnis Laba Perusahan Nilai Perusahaan Jeff Madura, Introduction To Business, 2007
  • 3. KEPUTUSAN INVESTASI Perusahaan yang berkembang pasti akan secara terus menerus mengevaluasi proyek-proyek investasi yang potensial (Misal : penambahan/perluasan bangunan baru, mesin-mesin, menciptakan produk baru, dll ) Untuk memutuskan suatu proyek akan diimplementasikan atau tidak, perusahaan perlu melakukan penganggaran modal ( capital budgeting ) : Perbandingan antara biaya dan manfaat untuk menentukan kelayakannya. Biaya meliputi : pengeluaran awal + biaya berkala pemeliharaan Manfaat meliputi : pendapatan yang mampu dihasilkannya dari waktu ke waktu.
  • 4. KEPUTUSAN INVESTASI (lanjutan) SUKU BUNGA DALAM KEPUTUSAN INVESTASI : Suku bunga akan menentukan biaya dana pinjaman dan nilai waktu uang yang akan mempengaruhi nilai kelayakan proyek. (Mis : Standar paling minimal untuk tingkat pengembalian atas proyek mengikuti perkembangan suku bunga.) ANGGARAN MODAL : Adalah target jumlah dana yang akan digunakan untuk membeli aktiva seperti bangunan, mesin dan peralatan dll yang diperlukan untuk proyek-proyek jangka panjang. Alokasi untuk berbagai bisnis lain, mis. produk baru, bisnis baru, dll Alokasi berdasarkan segmen geografis : perluasan bisnis di daerah (range wilayah) lain.
  • 5. KEPUTUSAN INVESTASI (lanjutan) KLASIFIKASI PENGELUARAN MODAL : Beberapa pertimbangan pengeluaran modal yang dianggap potensial dapat diklasifikasikan sbb : Perluasan bisnis yang ada Jika permintaan produk perusahaan mengalami peningkatan, perusahaan akan berinvestasi pada tambahan aktiva (mesin, peralatan, dll) Pengembangan bisnis baru Jika perusahaan memperluas lini produk yang diproduksi dan dijual maka akan membutuhkan fasilitas baru untuk produksi, mempekerjakan karyawan baru, dll Investasi pada aktiva untuk mengurangi beban Mengganti mesin atau peralatan yang sudah dianggap usang dengan teknologi baru yang menimbulkan beban lebih kecil sepanjang waktu.
  • 6. TAHAP PELAKSANAAN PENGANGGARAN MODAL Proses penganggaran modal perlu tahap-tahap sbb : Mengusulkan proyek baru Mengestimasikan arus kas proyek Menentukan apakah proyek tersebut layak atau tidak Mengimplementasikan proyek yang layak Memonitor proyek-proyek yang telah diimplementasikan
  • 7 tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Mengusulkan proyek baru : Mengusulkan proyek baru yang membutuhkan pengeluaran untuk mendukung perluasan bisnis yang ada, pengembangan bisnis baru, atau mengganti aktiva-aktiva lama Mengestimasikan arus kas proyek : Mengestimasi arus kas setiap periode yang diestimasi dari arus kas masuk (misal pendapatan) yang dihasilkan dikurangi arus kas keluar (beban) yang diakibatkan oleh proyek.
  • 8. tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Menentukan apakah proyek tersebut layak atau tidak : Setelah proyek potensial diusulkan dan diestimasi arus kasnya akan dilakukan evaluasi kelayakannya. Metode yang populer nilai sekarang bersih ( net present value ) yang membandingkan nilai perkiraan arus kas periodik dengan pengeluaran awal proyek. Suatu proyek layak dilakukan jika nilai sekarang dari arus kasnya melebihi pengeluaran awal yang dibutuhkan untuk mengakuisisi proyek tsb.
  • 9. tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Mengimplementasikan proyek yang layak Proyek yang layak sebaiknya diimplementasikan dengan prioritas diberikan kepada proyek-proyek yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan dengan segera. Memonitor proyek-proyek yang telah diimplementasikan : Monitor dilakukan untuk memestikan apakah arus kasnya telah diestimasi dengan baik Mendeteksi ketidakefisienan dalam proyek sehingga membantu kapan harus ditingkatkan atau malah sebaiknya meninggalkan proyek tersebut.
  • 10. PENGGABUNGAN USAHA DAN BENTUK RESTRUKTURISASI LAIN MERGER Penggabungan usaha (merger) : beberapa perusahaan melebur menjadi satu perusahaan tunggal yang dimiliki oleh pemilik (pemegang saham) yang sama. Penggabungan akan layak jika dapat meningkatkan nilai perusahaan baik untuk meningkatkan pengembalian kepada pemilik maupun mengurangi resiko perusahaan tanpa menyebabkan terjadinya penurunan pada pengembalian. Penggabungan usaha dapat diklasifikasikan sbb : Penggabungan usaha horisontal ( horizontal merger ) Penggabungan usaha vertikal ( vertical merger ) Penggabungan usaha konglomerasi ( conglomerate merger )
  • 11. Merger…..lanjutan . Penggabungan usaha dapat diklasifikasikan sbb : Penggabungan usaha horisontal ( horizontal merger ) Gabungan perusahaan yang bergerak dalam jenis bisnis yang sama (mis. merger beberapa bank komersial dll) Penggabungan usaha vertikal ( vertical merger ) Gabungan perusahaan dengan pemasok atau pelanggan potensial. ( mis. Perusahaan otomotif dengan pemasok suku cadang dan distributornya ) Penggabungan usaha konglomerasi ( conglomerate merger ) Gabungan perusahaan dalam bisnis yang tidak saling berkaitan. ( mis. Perusahaan manufactur dengan perusahaan penyedia media publik )
  • 12. Pembelian dengan pinjaman ( leveraged buyout-LBO ) Pembelian perusahaan (atau anak perusahaan) oleh investor dengan dana hasil pinjaman. Misal pembelian oleh para manajer bisnis sebelumnya pada saat perusahaan induk menjual salah satu anak perusahaannya Bisnis yang telah mampu beroperasi secara memadai berpotensi dilakukan LBO : Lini produk sudah mapan Arus kas stabil Tidak memerlukan tambahan aktiva tetap dalam jumlah besar.
  • 13. DIVESTASI ( DIVESTITURE ) Divestasi adalah penjualan bisnis yang ada oleh sebuah perusahaan. Beberapa motif divestasi : Perusahaan yang didivestasi bukan merupakan bagian dari operasi inti. Mendapatkan dana. Misal untuk berekspansi pada bidang lain atau menyelesaikan permasalahan keuangan. Hasil pecahan sebuah perusahaan diyakini lebih besar dari nilai perusahaan secra keseluruhan.
  • 14. KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PENDEK Manajemen modal kerja ( working capital manajemen ) : Manajemen likuiditas ( liquidity management ) : Manajemen aktiva dan kewajiban jangka pendek untuk memastikan kecukupan likuiditas. Misal : Menempatkan dana belum terpakai untuk diinvestasikan dalam jangka pendek sehingga pada waktu dibutuhkan bisa segera cair. Membuat batasan kredit ( line of credit ) untuk mengontrol besarnya pinjaman dan kemampuan bayar. dll Manajemen Piutang ( account receivable management ) : Memastikan piutang perusahaan akan terbayar tanpa mengganggu likuiditas. Menetapkan batasan kredit yang tersedia untuk pelanggan dana lamanya periode jatuh tempo.
  • 15. KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PENDEK Manajemen persediaan ( inventory management ) : Manajemen untuk menentukan jumlah persediaan yang harus dimiliki : Berusaha memenuhi kebutuhan persediaan secara aman, cukup tanpa harus mengikat dana secara berlebihan. Perlu dukungan data untuk memprediksi tingkat penjualan dimasa yang akan datang. Bekerja sama dengan suplier/pemasok untuk komitmen pemasokan persediaan dengan periode bayar tertentu.