RUSAKNYA INFRASTRUKTUR DI KOTA MAKASSAR (JALAN)

Makassar, 14 Januari 2014.- Kerusakan jalan di beberapa kota Makassar kian menjadi masalah serius yang patut disoroti. Seperti halnya di Jalan A.P Pettarani yang hingga kini masih terlihat adanya kerusakan yang dinilai tidak layak dalam proses aktivitas umum transportasi.  Kerusakan ini kian diperparah dengan kemacetan lalu lintas akibat dampak daripada kondisi jalan yang dinilai buruk tersebut. Kondisi lengan di karenakan sedikitnya volume kendaraan yang mengakses jalan tersebut, mengakibatkan kemacetan dimana-mana, karena salah satu factor kemacetan di kota Makassar adalah kondisi jalan yang sudak tidak layak digunakan.

Dinas pekerjaan umum (DPU) kota Makassar dalam hal ini merupakan instansi yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut, harus merespon hal ini dengan tidak sebelah mata. Sebab perencanaan dan pembangunan proyek fasilitas umum merupakan kewajiban yang tak bisa disampingkan begitu saja, apalagi mencakup perawatan. Kasus diatas merupakan satu dari banyaknya kelalaian pemerintah dalam hal ini DPU terhadap perawatan fasilitas umum terleih pada di jalan A.P. Pettarani. Semoga hal ini tidak terjadi di berbagai tempat lainnya da dimasa yang akan datang.

SEKO BUMI SAWERIGADING

Kata “seko” yang berati “sahabat”– dipakai menamai daerah dengan penduduknya (disebut To Seko) di dataran tinggi di pedalaman Kabupaten Luwu (Utara), dari mana sungai-sungai Uro dan Betue, mengalir ke arah Barat ke Sungai Karama di Kabupaten Mamuju, yang akhirnya bermuara di Selat Makassar. Masyarakat asli yang terdiri atas 3 kelompok masyarakat (Seko Lemo, Seko Tengah, dan Seko Padang) hidup dari mata pencaharian pokok sebagai petani dengan mengerjakan sawah dan ladang secara tradisional. Sudah lama penduduk menanam kopi yang cukup berhasil, dan belakangan dicoba tanaman lain seperti cengkeh dan kakao.
Daerah Seko terkenal pula sebagai penghasil ternak kerbau, yang dibiarkan hidup berkelompok setengah liar di padang rumput (pasang). Ada juga yang memelihara kuda sebagai kuda tunggangan dan kuda beban. Secara tradisional penduduk memelihara ayam dan juga beberapa jenis ikan air tawar untuk dikonsumsi sendiri. Yang tidak beragama Islam memelihara babi, Seni-budaya masyarakat Seko beragam mengikuti ketiga sub-etnisnya. Pada pesta-pesta panen, peringatan proklamasi, dan perayaan Natal/Tahun Baru digelar pesta rakyat yang meriah.
-geografis:Kali ini yang menjadi lokasi pilihan adalah kecamatan Seko, kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Salah satu gambaran daerah terisolir di wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia yang sudah merdeka sejak tahun 1945. Walaupun daerah terisolir, namun kecamatan Seko mempunyai kekayaan sumber daya alam yang berlimpah dan dianugerahi pemandangan yang super super indah.Kondisi geografis yang berbukit bukit hijau layaknya sebuah lukisan yang sempurna, hamparan sawah yang luas, dan sungai yang mengalir jernih adalah karunia tak terhingga dari sang maha pencipta. Namun kesempurnaan itu tak didukung oleh sarana prasarana yang memadai, jarak ke kota kabupaten lebih dari 120 km, dan akses jalan kesana sama sekalli belum dibangun, hanya ada jalan tanah yang bahkan susah dilewati motor trail atau mobil double gardan sekalipun, tak heran jika masyarakatnya masih memilih menggunakan kuda sebagai alat transportasi dan system barter pun masih sering dijumpai.

-penduduk: Sampai dengan tahun 2007, penduduk Kecamatan Seko berjumlah 12.405 orang, terdiri dari 6.269 orang laki-laki dan 6.244 orang perempuan. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penduduk kecamatan ini mengalami pertumbuhan sebesar -0,86 persen. Pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Desa Marante (14,19 persen), sedangkan pertumbuhan penduduk terendah terjadi di Desa Hoyane (-0,05 persen). Dibandingkan dengan luas wilayahnya, jumlah penduduk Kecamatan Seko masih sangat sedikit. Secara rata-rata setiap kilometer persegi luas wilayah di kecamatan ini hanya didiami oleh 6 orang. Bahkan di Desa Padang Raya kepadatan penduduknya hanya 2 orang per Km2.

-kesehatan: Ketersediaan dan kelengkapan fasilitas kesehatan diharapkan dapat mempertinggi derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kehidupannya Letaknya yang berbukit-bukit dan sulit dijangkau merupakan salah satu penyebab masih terbatasnya sarana kesehatan di Kecamatan Seko. Dari 12 desa yang ada, hanya terdapat 1 unit Puskesmas di Desa Padang Balua dan 5 unit Puskesmas Pembantu. Sementara itu Polindes terdapat di Desa Malimongan (1 unit). Keterbatasan sarana kesehatan juga disertai oleh keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Di Kecamatan Seko, pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh 3 orang dokter, 6 orang bidan dan 5 orang bidan desa.

-pendidikan: Salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan penduduk dapat ditempuh melalui penyediaan sarana dan fasilitas pendidikan. Sampai dengan tahun 2007, fasilitas pendidikan di Kecamatan Seko masih sangat terbatas. Di kecamatan ini hanya terdapat 1 unit TK, 23 unit SD, 5 unit SLTP, dan 1 unit SLTA. Pada tahun yang sama, rasio murid guru untuk tingkat pendidikan TK, SD, SLTP dan SLTA masing-masing adalah 11, 16, 11 dan 9. Meskipun belum ada ukuran yang ideal mengenai rasio murid guru, akan tetapi semakin kecil angka rasio murid guru diharapkan semakin baik proses belajar mengajar karena guru dapat dengan mudah memantau aktivitas murid yang diajar.

-agama: Tempat ibadah sangat diperlukan untuk melakukan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Di Kecamatan Seko terdapat 11 buah Masjid yang tersebar di 7 desa dan 62 buah Gereja yang tersebar di seluruh desa.

-transportasi dan komunikasi: Kondisi fasilitas transportasi dan komunikasi di Kecamatan Seko masih sangat terbatas. Di kecamatan terdapat 9 wartel yang hanya tersebar di 4 desa, yaitu Desa Wono, Tanama Kaleang, Padang Raya, dan Padang Balua. Selain itu masih belum terdapat layanan pos yang menjangkau kecamatan ini. Jalan yang menghubungkan antar desa maupun jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Seko dengan kecamatan lainnya masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui kendaraan bermotor.

perluasan bisnis

Strategi Perluasan Bisnis

ImageKetika suatu bisnis itu berkembang pesat, terkadang ada keinginan dari pemilik atau manajer untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Setelah dipertimbangkan dengan matang kira-kira bisnis apa yang tepat untuk dipilih, akhirnya sampailah pada suatu pilihan bisnis tertentu, namun terkadang pilihannya ternyata jenisnya berbeda dengan bisnis utama. Sekedar contoh sederhana untuk UKM non-industri misalnya bisnis utamanya adalah perdagangan atau jasa IT seperti komputer, handphone dan gadget kemudian ingin mengembangkan bisnisnya ke cafe atau restoran. Meskipun jenisnya berbeda dari bisnis utama, pilihan tersebut tidak selamanya keliru jika didukung dengan data-data autentik (tidak asal ikut-ikutan trend) dan juga didukung oleh naluri bisnis sang pemilik atau manajer sehingga dugaan adanya peluang bisnis tersebut semakin kuat dan tidak keliru. Namun yang perlu dicermati secara hati-hati adalah ketika menentukan suatu nama (bisa nama produk, atau nama toko atau usaha) untuk bisnis baru tersebut, kira-kira nama apa yang tepat untuk gunakan. Apakah menggunakan nama baru atau tetap menggunakan nama lama seperti nama bisnis utamanya.

Ada cara yang efisien untuk diterapkan yaitu dengan menggunakan strategi perluasan merek (brand extension strategy) yaitu merupakan strategi mengembangkan produk baru dengan menggunakan nama dari merek utama (Cravens dan Piercy, 2003). Keuntungan dari strategi ini adalah bahwa pemilik bisnis atau manajer tidak susah-susah mempromosikan usaha barunya kalau bisnis utamanya sudah terkenal sehingga bisnis barunya bisa mendompleng kepopuleran dari bisnis utamanya. Dalam teori, memang strategi ini kebanyakan diterapkan di bidang industri yang menghasilkan suatu produk misalnya Nike yang bisnis utamanya adalah sportwear melakukan perluasan bisnis dengan produk parfum atau jam tangan. Namun bukan tidak mungkin strategi ini diterapkan di bidang perdagangan atau jasa. Nama suatu toko atau usaha jika terkenal dapat juga dikategorikan sebagai merek yang kuat yang bisa dikomersialkan dan dapat dimanfaatkan kepupulerannya ketika melakukan perluasan bisnis dengan menggunakan strategi ini.

Namun hal ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Mengapa? karena karakter bisnis antara bisnis utama dengan bisnis barunya berbeda sehingga dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap bisnis utamanya. Kekhawatiran ini bukanlah mengada-ngada karena telah dibuktikan dalam suatu penelitian seperti yang dilakukan oleh Martinez dan Chernatony (2004) yang melakukan penelitian tentang strategi ini di Inggris terhadap bisnis sportwear khususnya untuk merek Nike dan Puma yang melakukan perluasan merek dengan produk baru berupa kamera. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa efek negatif dari strategi yaitu bisa mengkikis (dilusi) merek utamanya jika ternyata merek barunya gagal di pasaran. Dilusi ini akan semakin kuat jika terjadi pada produsen yang bukan market leader. Saran efektif untuk mengatasi hal ini adalah melakukan promosi (iklan) yang universal untuk mereduksi dilusi tersebut yaitu promosi yang tidak menekankan pada satu produk tertentu, namun promosi yang menekankan pada merek perusahaan.

  • 1. CAKUPAN : Fokus pada bagaimana perusahaan akan memanfaatkan dana tersebut (investasi bisnis) Keputusan berinvestasi jangka pendek ketika sedang mempertimbangkan berinvestasi pada piutang dan persediaan. Keputusan berinvestasi jangka panjang ketika sedang mempertimbangkan berinvestasi pada aktiva-aktiva jangka panjang Misal rencana perluasan jangkauan usaha harus mempertimbangkan : Jenis investasi yang sebaiknya dipertimbangkan ? Kegiatan apa yang harus dilakukan dalam mengambil keputusan investasi ? Bagaimana cara melakukan analisis kelayakan investasinya ? Bagaimana sebaiknya mengambil keputusan pada investasi aktiva aktiva jangka pendek ?
  • 2. PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI PADA NILAI PERUSAHAAN Keputusan Investasi Perusahaan Pendapatan yang diterima dari investasi pada operasi bisnisnya Beban yang timbul akibat investasi pada operasi bisnis Laba Perusahan Nilai Perusahaan Jeff Madura, Introduction To Business, 2007
  • 3. KEPUTUSAN INVESTASI Perusahaan yang berkembang pasti akan secara terus menerus mengevaluasi proyek-proyek investasi yang potensial (Misal : penambahan/perluasan bangunan baru, mesin-mesin, menciptakan produk baru, dll ) Untuk memutuskan suatu proyek akan diimplementasikan atau tidak, perusahaan perlu melakukan penganggaran modal ( capital budgeting ) : Perbandingan antara biaya dan manfaat untuk menentukan kelayakannya. Biaya meliputi : pengeluaran awal + biaya berkala pemeliharaan Manfaat meliputi : pendapatan yang mampu dihasilkannya dari waktu ke waktu.
  • 4. KEPUTUSAN INVESTASI (lanjutan) SUKU BUNGA DALAM KEPUTUSAN INVESTASI : Suku bunga akan menentukan biaya dana pinjaman dan nilai waktu uang yang akan mempengaruhi nilai kelayakan proyek. (Mis : Standar paling minimal untuk tingkat pengembalian atas proyek mengikuti perkembangan suku bunga.) ANGGARAN MODAL : Adalah target jumlah dana yang akan digunakan untuk membeli aktiva seperti bangunan, mesin dan peralatan dll yang diperlukan untuk proyek-proyek jangka panjang. Alokasi untuk berbagai bisnis lain, mis. produk baru, bisnis baru, dll Alokasi berdasarkan segmen geografis : perluasan bisnis di daerah (range wilayah) lain.
  • 5. KEPUTUSAN INVESTASI (lanjutan) KLASIFIKASI PENGELUARAN MODAL : Beberapa pertimbangan pengeluaran modal yang dianggap potensial dapat diklasifikasikan sbb : Perluasan bisnis yang ada Jika permintaan produk perusahaan mengalami peningkatan, perusahaan akan berinvestasi pada tambahan aktiva (mesin, peralatan, dll) Pengembangan bisnis baru Jika perusahaan memperluas lini produk yang diproduksi dan dijual maka akan membutuhkan fasilitas baru untuk produksi, mempekerjakan karyawan baru, dll Investasi pada aktiva untuk mengurangi beban Mengganti mesin atau peralatan yang sudah dianggap usang dengan teknologi baru yang menimbulkan beban lebih kecil sepanjang waktu.
  • 6. TAHAP PELAKSANAAN PENGANGGARAN MODAL Proses penganggaran modal perlu tahap-tahap sbb : Mengusulkan proyek baru Mengestimasikan arus kas proyek Menentukan apakah proyek tersebut layak atau tidak Mengimplementasikan proyek yang layak Memonitor proyek-proyek yang telah diimplementasikan
  • 7 tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Mengusulkan proyek baru : Mengusulkan proyek baru yang membutuhkan pengeluaran untuk mendukung perluasan bisnis yang ada, pengembangan bisnis baru, atau mengganti aktiva-aktiva lama Mengestimasikan arus kas proyek : Mengestimasi arus kas setiap periode yang diestimasi dari arus kas masuk (misal pendapatan) yang dihasilkan dikurangi arus kas keluar (beban) yang diakibatkan oleh proyek.
  • 8. tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Menentukan apakah proyek tersebut layak atau tidak : Setelah proyek potensial diusulkan dan diestimasi arus kasnya akan dilakukan evaluasi kelayakannya. Metode yang populer nilai sekarang bersih ( net present value ) yang membandingkan nilai perkiraan arus kas periodik dengan pengeluaran awal proyek. Suatu proyek layak dilakukan jika nilai sekarang dari arus kasnya melebihi pengeluaran awal yang dibutuhkan untuk mengakuisisi proyek tsb.
  • 9. tahap-tahap proses penganggaran modal (lanjutan) : Mengimplementasikan proyek yang layak Proyek yang layak sebaiknya diimplementasikan dengan prioritas diberikan kepada proyek-proyek yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan dengan segera. Memonitor proyek-proyek yang telah diimplementasikan : Monitor dilakukan untuk memestikan apakah arus kasnya telah diestimasi dengan baik Mendeteksi ketidakefisienan dalam proyek sehingga membantu kapan harus ditingkatkan atau malah sebaiknya meninggalkan proyek tersebut.
  • 10. PENGGABUNGAN USAHA DAN BENTUK RESTRUKTURISASI LAIN MERGER Penggabungan usaha (merger) : beberapa perusahaan melebur menjadi satu perusahaan tunggal yang dimiliki oleh pemilik (pemegang saham) yang sama. Penggabungan akan layak jika dapat meningkatkan nilai perusahaan baik untuk meningkatkan pengembalian kepada pemilik maupun mengurangi resiko perusahaan tanpa menyebabkan terjadinya penurunan pada pengembalian. Penggabungan usaha dapat diklasifikasikan sbb : Penggabungan usaha horisontal ( horizontal merger ) Penggabungan usaha vertikal ( vertical merger ) Penggabungan usaha konglomerasi ( conglomerate merger )
  • 11. Merger…..lanjutan . Penggabungan usaha dapat diklasifikasikan sbb : Penggabungan usaha horisontal ( horizontal merger ) Gabungan perusahaan yang bergerak dalam jenis bisnis yang sama (mis. merger beberapa bank komersial dll) Penggabungan usaha vertikal ( vertical merger ) Gabungan perusahaan dengan pemasok atau pelanggan potensial. ( mis. Perusahaan otomotif dengan pemasok suku cadang dan distributornya ) Penggabungan usaha konglomerasi ( conglomerate merger ) Gabungan perusahaan dalam bisnis yang tidak saling berkaitan. ( mis. Perusahaan manufactur dengan perusahaan penyedia media publik )
  • 12. Pembelian dengan pinjaman ( leveraged buyout-LBO ) Pembelian perusahaan (atau anak perusahaan) oleh investor dengan dana hasil pinjaman. Misal pembelian oleh para manajer bisnis sebelumnya pada saat perusahaan induk menjual salah satu anak perusahaannya Bisnis yang telah mampu beroperasi secara memadai berpotensi dilakukan LBO : Lini produk sudah mapan Arus kas stabil Tidak memerlukan tambahan aktiva tetap dalam jumlah besar.
  • 13. DIVESTASI ( DIVESTITURE ) Divestasi adalah penjualan bisnis yang ada oleh sebuah perusahaan. Beberapa motif divestasi : Perusahaan yang didivestasi bukan merupakan bagian dari operasi inti. Mendapatkan dana. Misal untuk berekspansi pada bidang lain atau menyelesaikan permasalahan keuangan. Hasil pecahan sebuah perusahaan diyakini lebih besar dari nilai perusahaan secra keseluruhan.
  • 14. KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PENDEK Manajemen modal kerja ( working capital manajemen ) : Manajemen likuiditas ( liquidity management ) : Manajemen aktiva dan kewajiban jangka pendek untuk memastikan kecukupan likuiditas. Misal : Menempatkan dana belum terpakai untuk diinvestasikan dalam jangka pendek sehingga pada waktu dibutuhkan bisa segera cair. Membuat batasan kredit ( line of credit ) untuk mengontrol besarnya pinjaman dan kemampuan bayar. dll Manajemen Piutang ( account receivable management ) : Memastikan piutang perusahaan akan terbayar tanpa mengganggu likuiditas. Menetapkan batasan kredit yang tersedia untuk pelanggan dana lamanya periode jatuh tempo.
  • 15. KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PENDEK Manajemen persediaan ( inventory management ) : Manajemen untuk menentukan jumlah persediaan yang harus dimiliki : Berusaha memenuhi kebutuhan persediaan secara aman, cukup tanpa harus mengikat dana secara berlebihan. Perlu dukungan data untuk memprediksi tingkat penjualan dimasa yang akan datang. Bekerja sama dengan suplier/pemasok untuk komitmen pemasokan persediaan dengan periode bayar tertentu.

PEMBANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS FAJAR

Sejak Universitas Fajar di resmikan pada tahun 2008 berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan nomor: 132/d/0/2008 oleh Yayasan Pendidikan Fajar Ujung Pandang (salah satu unit dari kelompok Fajar Grup (HARIAN FAJAR-JAWA POS). Yayasan akhirnya berkonsentrasi untuk membangun bangunan baru guna menambah fasilitias aset untuk memenuhi kuota mahasiswa di tahun mendatang.

Lokasi Gedung baru

Gedung baru yang sementara dibangun berlokasi di depan gedung lama yakni di Jl.Prof.Abdurrachman Basalamah no.19 Makassar. Gedung baru ini memiliki 9 lantai.

Peletakan batu pertama

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2012 oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan dibangunnya gedung baru UNIFA ini, kiranya menambah minat para mahasiswa dalam melihat UNIFA sebagai salah satu universitas swasta yang diperhitungkan.

Bentuk rancangan gedung baru UNIFA

fajar

TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya 
Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya 
Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :
  1. Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995) 
  2. Teknologi Informasi  adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996) 
  3. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999) 
  4. Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000) 
  5. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi
Teknologi Informasiadalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat

TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam
teknologi komunikasi adalah :
1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
3. Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
4. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.
PERBEDAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat

I want to try

Perjalanan hidup menggapai sukses tak semudah membalik telapak tangan, jika semua itu mudah mungkin tak ada usaha yang akan dilakukan, kesulitan selalu menerpa sebagai ujian dan cobaan mengukur kemampuan yang kita miliki. sejatinya, butuh kesabaran dan usaha plus pemikiran dewasa dalam pengambilan keputusan. itu merupakan proses menuju kesuksesan.
Planning atau perencanaan adalah mediator penataan struktur kesuksesan, dengan membuat planning segala sesuatu tertata dengan baik sebaik kita menata ruangan, menata buku dilemari dan itu sebagai contoh penataan diri kita. sukses itu bukan berarti telah meraih atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau yang lama di impikan. banyak orang mendeefenisikan tentang pengertian sukses, dan itu melihat dari berbagai perspektif disiplin ilmu.

Sukses itu bagaimana seorang berproses memperoleh harapan yang ingin di raih, bukan sukses dalam menggapai impian dan hanya melihat hasil akhir dari usaha.

by : Maharani. A